Manajemen Risiko Operasional di Lembaga Zakat Nasional

blogFlc 0

Nama : Dani Abdur Rafi

NIM : 41802049

Kls : MPS 2018 A

Manajemen Risiko Operasional di Lembaga Zakat Nasional

Untuk Masyarakat yang masih bertanya apa sih itu manajemen risiko? Perlu diketahui bahwasannya manajemen risiko adalah serangkaian proses diantaranya yaitu identifikasi, evaluasi, dan pengukuran serta pengolahan atau penanganan terhadap risiko-risiko yang akan dihadapi. Nah kalo untuk risiko dalam pengelolaan zakat sendiri gimana? Kalo untuk risiko dalam pengelolaan zakat itu berdasarkan kesepakatan dalam international Working Group on Zakat Core Principles (IWGZCP) yang dikutip dari BAZNAS(2014) , Bahwasannya ada empat jenis risiko yang telah teridentifikasi dalam bidang zakat yaitu:

  1. resiko reputasi dan kehilangan muzakki

reputasi merupakan faktor yang sangat penting karena akan menetukan tingkat kepercayaan publik,termasuk loyalitas muzakki dalam membayarkan zakatnya.

  1. resiko penyaluran

ketidaksesuaian antara rencana kerja penyaluran dengan realisasi di lapangan dikarenakan beragam faktor, baik yang bersifat eksternal ataupun internal kelembagaan yang disengaja maupun tidak disengaja .

  1. resiko operasional

keterlambatan penyaluran dana zakat untuk program pemberdayaan mustahik karena prosedur lembaga secara keseluruhan. Karena itu, memiliki sistem administrasi yang tepat dan prosedur penyaluran yang tepat dan jelas merupakan bagian upaya meminimalisir risiko operasional.

  1. resiko transfer zakat antar negara

risiko yang dapat muncul antara lain apakah dana zakat yang diberikan oleh negara donor kepada negara penerima telah sesuai dengan perencanaan yang disepakati atau tidak. Perlu ada alat ukur sebagai kontrol untuk meminimalisir terjadinya penyalagunaan daana zakat antar negara.

Kemudian untuk operasional lembaga amil zakat didasarkan pada rencana strategis SOP oleh Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2012 yaitu:

  1. sosialisasi

a. sosialisasi lewat media massa

    a) media cetak (surat kabar/majalah dll.)

    b) media audio visual (TV/Radio)

    c) film dan video

    d) brosur/booklet/leaflet

    e) website

     f) banner/baliho/spanduk

b. sosialisasi melalui Mimbar Jum’at

    a) sosialisasi melalui Orientasi pengurus LPZ

    b) sosialisasi melalui Gerakan Sadar Zakat

    c) sosialisasi melalui Desa Binaan Zakat

c. strategi pengumpulan

    a) pembentukan unit pengumpul zakat

     tujuannya untuk mengumpulkan zakat untuk melayani muzakki, yang berada pada desa/kelurahan, instansi-instansi pemerintah dan swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri.

     b) pembukaan konter penerimaan zakat

tujuannya agar para muzakki mendapatkan pelayanan yang lebih dekat dan ekslusif, tidak hanya untuk membayarkan zakat, akan tetapi juga untuk berkonsultasi seputar ZIS serta informasi lengkap.

     c) pembukaan rekening zakat

tujuannya agar lebih memudahkan para muzakki ketika bepergian jauh atau lokasinya jauh dari lembaga zakat agar tetap bisa membayarkan zakatnya melalui rekening lembaga zakat tersebut.

Kemudian timbul Pertanyan, Adakah regulasi yang mengatur tentang manajemen risiko pada LAZNAS? Untuk perihal manajemen risiko operasional pada Laznas bahwasannya Zakat Core Principles (ZCP) dalam rangka meminimalisir kekacauan yang potensial dan pelanggaran syariah yang potensial. Lembaga zakat harus dilengkapi dengan struktur pengusaan yang baik untuk memastikan bahwa tanggung jawab dan akuntabilitasnya dapat terpenuhi.Usaha lembaga amil zakat nasional dalam menghadapi risiko operasionalnya berbeda beda tergantung kebijakan masing-masing Laznas yang diterapkan.

Manajemen resiko pada lembaga amil zakat nasional dirasa sangat diperlukan saat ini. Di era modern ini, dimana semua serba digital dan segala jenis informasi mudah di dapatkan. Bukan saja untuk mengikuti perkembangan zaman semata, namun lebih kepada manfaat yang bida dirasakan dengan adanya manejemen risiko yang baik.Dengan munculnya banyak lembaga amil zakat nasional tentunya manfaat yang diberikan oleh zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya akan lebih luas dan merata.

Manajemen risiko operasional lembaga amil zakat nasional merupakan segelintir bagian dari manajemen risiko pada lembaga amil zakat nasional, namun bagian kecil ini tidak kalah pentingnya dengan keseluruhan manajemen risiko tersebut, perlu kita ketahui bahwasannya risiko operasional memiliki cakupan yang sangat luas, bahkan setiap kegiatan maupun usaha selalu memiliki risiko operasional.

Nah, Untuk Zakat Core Principels (ZCP) itu sendiri yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional pada tahun 2016 lalu merupakan dokumen yang specifik di dalamnya yang menyinggung perihal manajemen risiko pada pengeluaran zakat, sehingga para Lembaga BAZNAS bisa mengetahui atau menerapkan Manajemen risiko di masing-masing Instansinya.

blogFlc
Author: blogFlc

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.